Archive for category Keluarga

Silahkan download ya… KeluargaPEDIA

silahkan dicoba ya… karya saya di android. KeluargaPEDIA. berisi tentang banyak artikel dan tips untuk dunia keluarga dan rumah tangga.
 
download bisa di :

Leave a comment

update Wiki KeluargaPEDIA

bagi yang butuh update wiki KeluargaPEDIA dari LinuxBIASAWAE, 
silahkan kirim email ke saya. biar saya reply.

1 Comment

Tentang Bonus Kalender 2012

saat ini, saya sedang cetak Kalendar 2012.

khusus bagi para pengguna karya saya, yang membeli paket DVD LinuxBIASAWAE, pada bulan Nopember dan Desember ini, akan mendapatkan bonus Kalender 2012. dan juga bonus ongkos kirim, menggunakan jasa POS.

informasi lebih lanjut, kontak aja ya.

3 Comments

Memanfaatkan LinuxBIASAWAE untuk para Orang Tua

ini ada agenda pelatihan rutin LinuxBIASAWAE, di Kendal – Jawa Tengah. Kebetulan mengangkat tema ‘Agar Orang Tua Semakin Pintar dan Cerdas, serta Bijaksana’.

 

 

Tempat di :
Tirto Arum Baru, Kendal. Jawa Tengah.

 

Waktu :
Minggu, 20Pebruari2011.
Mulai 10.00 sampai 17.00 .

 

Diharapkan peserta membawa :
*Laptop + Charge + Rol Kabel.
*Peralatan Tulis.
*DVD Blank.

 

Materi :
*Instalasi LinuxBIASAWAE:KeluargaPEDIA.
*Melakukan Test Hardware/Benchmark.
*Mengetahui Service/StartUp Application.
*Office.
*Grafis.
*Koneksi Internet.
*Menulis dan membaca Wiki.
*Setting Server.
*. . . dan sebagainya.

 

Fasilitas :
*Makan Siang.
*HotSpot Internet, pada Area TirtoArumBaru.
*Copy DVD LinuxBIASAWAE.
*Diskusi Enjoy, tanpa bimbang. Karena bukan berbentuk acara formal.
*Ilmu yang bermanfaat.

 

Donasi Pelatihan/Workshp :
Rp. 25.000,00 sampai dengan Rp. 50.000,00 .

 

info lain, juga ada di :

http://www.facebook.com/event.php?eid=187983401224050

 

 

Semoga bisa bermanfaat.

 

 

 

salam,

 

 

–hajir–
LinuxBIASAWAE and SISFOKOL Developer.

Leave a comment

ini file database wiki KeluargaPEDIA

Bagi Anda yang terbiasa menggunakan CMS MediaWiki, sebagai referensi ilmu, kini Anda bisa tetap menikmati wiki KeluargaPEDIA tanpa harus menjalankan LinuxBIASAWAE:KeluargaPEDIA.
Langkah yang bisa Anda tempuh, yakni :
1. salin database ‘keluargapedia’ ke folder MySQL anda. misalkan ke folder ‘/var/lib/mysql/’.
2. lakukan instalasi CMS MediaWiki, dengan setting instalasi untuk database menggunakan nama ‘keluargapedia’.
3. jika berhasil, silahkan Anda jalankan CMS MediaWiki. Dan nantinya berbagai referensi ilmu untuk orang tua (agar semakin pintar dan cerdas), bisa Anda nikmati.
untuk update database kali ini, adalah per 11Desember2010. dan akan terus aq update.

 

 

klik aja :

http://tech.groups.yahoo.com/group/sisfokol/message/980

Leave a comment

Booting Linux, Fsck terus yang bikin frustasi

Memang terkadang, ada benarnya juga kalo saat booting, Linux melakukan pengecekan dan perbaikan sistem. Khususnya jika terjadi :

  • crash
  • ada tanda – tanda bad sector.

 

tapi juga akan bikin jengkel dan frustasi, kalo ternyata setiap booting, selalu ada proses check disc. Bikin lama menunggu.
Ini solusinya. Dengan harapan, FSCK bisa Anda lakukan sendiri secara manual alias tidak otomatis.

  • Cek file-file yang ada di ‘/etc/rcS.d/
  • Bisa juga dengan menekan tombol ‘CTRL+C’, sebelum proses FSCK terjadi.
  • Matikan service-nya. Dengan cara ‘sudo update-rc.d -f checkfs.sh remove’.
  • Silahkan edit ‘/etc/fstab’. Biasanya secara default, mount untuk ‘/’ bernilai ‘1 1’. Silahkan ubah menjadi ‘1 0’.

 

Pengalaman ini, saya dapatkan saat sedang mengembangkan distro LinuxBIASAWAE. Saat itu, dipasang pada komputer temen, yang sering tidak stabil listrik-nya. dan power supply, yang gak stabil juga. Dan telah saya terapkan pada distro lainnya, juga berhasil. Walaupun sebenarnya ada beberapa point lagi, yang belum aq pastikan keberhasilannya.

 

Semoga bisa bermanfaat.

 

2 Comments

Orang Tua Bukanlah BANK, Apalagi. . . dst

“Ayo cepat berangkat, nanti kesiangan lho!”, ujar seorang bapak kepada anaknya. Setelah selesai menikmati sarapan paginya, sang anak menjawab, “uang bensinnya mana ?”. Hal ini merupakan hal biasa yang dilakukan oleh orang tua dan anak pada setiap harinya. Orang tua akan membantu segala kebutuhan anaknya untuk sekolah, dari alat – alat tulis, seragam sekolah, uang SPP sampai dengan sangu. Dengan asumsi seperti ini, orang tua telah memberikan “segalanya” demi kemajuan dan semangat si anak. Tapi apakah hal ini sudah benar ?. Berikut kita lihat dari sudut pandang si anak.

Berangkat sekolah tiap pagi, lalu terkadang pulang sampai sore jika ada les atau pelajaran tambahan. Bila tidak ada tugas, sepulang di rumah masih bisa menyempatkan diri untuk bermain dengan teman. Tapi bila tugas cukup menumpuk, biasanya sikap otoriter orang tua mulai bergerak. Tidak ada waktu sela untuk bermain. Kami pun manut saja, asalkan uang saku tetap atau minta tambahan biar lebih terpacu prestasinya. Atau malah kami bisa memanfaatkan orang tua dengan alasan bayar ini – bayar itu. Kami menyadari orang tua itu mencari uang banting tulang, tapi terkadang saat kami pulang sekolah dan masih lelah, serta orang tua pun sama barusan pulang kerja, biasanya kami hanya disuruh – suruh ini dan itu. Laksana raja dan ratu di rumah. Dan kami hanyalah seorang budak pendidikan, karena sikap inilah, terkadang kami akhirnya berpikir, sekolah hanya untuk uang. Malah terkadang orang tua sampai memberikan tekanan yang berujung iming – iming, misalkan hadiah bila prestasinya sesuai yang diinginkan orang tua. Ini memberikan tekanan batin yang cukup berat dan entah berantah hasilnya. Akibatnya, kami hanya tahu sekolah saja dan kami tidak tahu hal lain. Bagaimana nanti kami kerja bila wawasan hanya sekolah saja?

Meskipun begitu, orang tua punya landasan pemikiran tersendiri. Kami sebagai orang tua, punya hak untuk mengarahkan anak – anak dalam penggapaian cita – cita. Mulai dari menyiapkan dana pendidikan sampai dengan sekolah – sekolah unggulan yang nantinya akan ditapaki oleh sang anak. Ini bukanlah hal mudah, sebab semakin tinggi tingkat pendidikan, biayanya pun semakin besar. Untuk itu, terkadang kami harus mempunyai pendapatan ekstra agar mencukupi semua itu. Tugas seorang anak hanyalah belajar, sampai mereka siap memasuki dunia pekerjaan dan mempunyai keluarga sendiri. Kami bekerja keras, sudah sewajarnya anak pun sama.

Keduanya punya alasan yang cukup masuk akal. Tapi apakah harus melalui ketimpangan?. Sebenarnya tidak asalkan komunikasi antara sang anak dan orang tua cukup lancar. Apa yang dimau si anak dan bagaimana yang diharapkan orang tua harus jelas. Orang tua memang punya program untuk membesarkan si anak, tapi ingat si anak juga punya pilihan sendiri.

***Agus Muhajir. (Kendal, 19 Januari 2006).

2 Comments

%d bloggers like this: