Archive for category Filosofi

Kerangka Tulisan, Yang Terlalu Pendek…

Saat ini, terasa dunia tulis menulis menjadi hilang dari benak kreativitas para temen2.

Karena sekarang lebih menyukai, menulis ‘beberapa langkah saja’. contohnya adalah pada jejaring sosial, yang sering hanya melakukan update status saja.

Padahal hal itu, walaupun sepele, bisa kok dijadikan sebagai kerangka ide tulisan. apalagi kalau kita sangat aktif, hampir tiap hari ganti atau update status. Bayangkan aja, kalo semua update status tersebut, kita rangkai menjadi lebih dari sekedar ‘banyak langkah menulis’, pasti akan menjadikan kreasi yang penuh inovasi.

Mungkin nantinya tidak hanya akan berbentuk blog saja, atau situs. Tapi juga akan terwujud ke bentuk ebook dan buku fundamental.

silahkan dicoba…

karena saya yakin, rejeki akan datang dengan sendirinya.

lihat aja ya… ;-D

Advertisements

Leave a comment

Semuanya adalah Milik Sendiri, Bukan ‘Sewa’. .

Penggunaan produk Open Source, secara tidak langsung adalah memiliki semuanya. Karena begitulah sifat ‘Freedom’ yang kita peroleh. Tidak ada batasan pemakaian untuk jumlah orang, atau ingin digunakan pada banyak komputer. Tidak ada aturan dan lisensi yang mengikat. Dan tentu saja tidak akan merugikan kita.

Berbeda dengan ‘Sistem Tertutup’ atau ‘Closed Source’, meskipun kita telah membeli produk yang ada, tetap saja pada prakteknya kita hanyalah sebagai seorang yang ’sewa’ atau ‘penyewa’, dan tidak pernah memiliki apa yang kita beli. Kita tidak bisa memodifikasi dan membuat ulang dari produk tersebut, sekalipun mengubah total konsep ‘Software’ dan logikanya. Karena ‘Source’ tidak kita dapatkan. Pemakaian hanya terbatas pada satu komputer saja, untuk satu lisensi. Bila ingin digunakan pada komputer yang banyak, harus beli produk lagi dan beli lisensi lagi. Cukup merepotkan dan penuh ‘kecurangan’ bisnis.

Leave a comment

‘Membajak’ Tanpa Dosa, Mengurangi ‘Pembajakan’ dan ‘Pencurian’

Memang benar adanya, kata ‘membajak’ terasa kasar bila didengar. tapi dalam dunia Open Source, yang penuh dengan sharing pengetahuan dan ilmu, disini hukumnya adalah boleh, halal, diharuskan, dan dianjurkan. Bisa dikatakan, Open Source adalah lawan dari CopyRight. Sering juga dikatakan Open Source sebagai CopyLeft. Begitulah gambaran ekstremnya.

Karena terbuka dan bebas, maka setiap perangkat lunak Open Source juga bersifat legal. Dengan menggunakan Open Source, berarti kita tidak perlu lagi menjadi ‘pencuri’ ataupun ‘pembajak’ dengan cara menggunakan perangkat lunak berbayar ‘proprietary’ secara tidak sah. Dengan begitu, pengertian ‘membajak’ dalam dunia Open Source, akan luntur dengan sendirinya, dan akan berubah menjadi penyebaran ilmu pengetahuan yang ‘tanpa dosa’.

Dalam dunia Open Source, ‘penebusan dosa’ bisa dilakukan dengan cara turut berkontribusi dalam pengembangan produk – produk yang ada, melakukan pendokumentasian, sampai dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan yang berhubungan dengan ‘Open Mind’ dan ‘Open Concept’, serta bentuk – bentuk lainnya. Dengan ‘dosa’ yang semakin berkurang, dan bahkan akan hilang dengan sendirinya, maka citra rasa diri kita dalam menatap masa depan, semakin bersinar dan penuh harapan. Begitu juga dalam dunia pendidikan, yang sudah seharusnya menggunakan ilmu pengetahuan yang halal, benar, dan positif.

6 Comments

Open Source, Open Mind dan Open Concept

Keterbukaan dalam hal ’sumber’, ‘pikiran’, dan ‘konsep’, akan memberikan kejujuran, kebebasan dan kemandirian kita dalam belajar. Hal – hal tersebut sebenarnya dalam dunia pendidikan telah kita coba terapkan, hanya saja terkadang kesetiaan akan konsistensinya sangatlah 50% telah kita langgar. ‘Source’ adalah suatu pengetahuan dan ilmu, yang tentunya juga perlu kita ‘Open’, agar keikhlasan dan kemantapan kita dalam mengajar dan mendidik, bisa kita rasakan. Tanpa adanya keinginan seperti ini, suatu ilmu tidak akan tersalur dengan sempurna. Hal ini juga otomatis telah mencakup ‘Mind’, dalam berpikir. Karena pemikiran kita terhadap masa depan, menjadi lebih tenang dan penuh pemikiran yang positif. Tanpa harus ada rasa was – was maupun khawatir. Setelah tahu semua hal tersebut, maka kepedulian akan ‘Concept’, juga tetap kita pegang teguh. Karenanya mencakup segala hal yang menyangkut misi dan visi, manajemen sampai dengan hal – hal teknis lainnya.

Bentuk inilah yang perlu kita jalankan, tingkatkan dan kembangkan. Jika ingin ‘Open’ keterbukaan, maka ‘pelit’ ilmu harus kita berantas mulai saat ini. Jangan pernah ada kata lagi, monopoli terbatas ataupun ‘anti-sosial’ ataupun pembodohan dalam pembelajaran dan pendidikan.

Leave a comment

Filosofi OpenSource, Freedom Software, . . .

  • Setiap pengguna komputer, seharusnya mendapat kebebasan untuk menjalankan, meng-copy, mendistribusikan, mempelajari, berbagi, melakukan perubahan dan meningkatkan software mereka untuk banyak tujuan, tanpa harus membayar lisensi.
  • Setiap pengguna komputer, seharusnya diberikan kesempatan yang sama untuk menggunakan software, meskipun mereka bekerja dalam kondisi ketidakmampuan, keterpurukan, kegagalan atau cacat.
  • Setiap pengguna komputer, seharusnya tahu dan mengerti bahwa ilmu pengetahuan adalah milik bersama. Dan tidak akan berkurang walau telah diberikan kepada siapapun, justru pengetahuan akan semakin bertambah.
  • Setiap pengguna komputer, seharusnya tahu dan mengerti bahwa dengan mengamalkannya secara ikhlas, berarti termasuk Ibadah.

Leave a comment

Latar Belakang Freedom Software dan OpenSource

Bisa dikatakan, Open Source itu ‘gratis’. Tapi janganlah heran, jika ternyata sebagian besar produk Open Source bisa diperoleh secara ‘bebas’, Karena kata ‘Free’ yang ada, sebenarnya berasal dari kata ‘Freedom’. ‘Merdeka’. Maka dari itu, Open Source mempunyai arti, kita bebas mempergunakannya baik untuk kepentingan pribadi ataupun bisnis. Tapi sayangnya banyak orang yang memberikan pengertian ‘Free’ dengan kata ‘murahan’. Hal ini yang perlu terus kita perjuangan.

Walaupun bersifat ‘bebas’, bukan berarti semuanya adalah ‘gratis’. Terkadang ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya, yakni biaya layanan. Salah satunya seperti biaya ganti ‘Copy CD’, ataupun biaya instalasi ataupun biaya pelatihan ataupun biaya kastumisasi ataupun biaya sertifikasi. Biaya ini bukanlah biaya untuk membayar lisensi yang mahal, atau besarnya nilai intelektual dalam ‘Source’ tersebut, tapi biaya tersebut lebih ditekankan pada media penyebarannya.

Misalkan ada orang yang ingin mempunyai suatu Distro Linux, karena dia tidak punya akses internet yang cukup, akhirnya dia membeli CD Linux, yang besarnya biaya hanya sesuai dengan ongkos pembuatan CD saja. Contoh lain misalnya, ada seorang developer, semua karyanya adalah gratis dan siap pakai. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun. Hanya cukup memberikan biaya untuk pelatihan saja.

Kata ‘gratis’ juga sering diartikan orang secara negatif, ‘murahan’. Tapi pengertian ini salah kaprah. Cukup banyak produk yang dihasilkan berkualitas tinggi dan dipergunakan baik oleh pengguna biasa sampai perusahaan komersial. Beberapa produk seperti WebServer (Apache+PHP+MySQL), CMS (Mambo, WordPress), Office (OpenOffice, K-Office), Operating System (LINUX, BSD), merupakan beberapa produk yang sangat berkualitas.

Leave a comment

Membuat Produk Open Source itu Mudah, Tapi. .

Semua orang yang sering utak – atik software, bisa dengan mudahnya membuat produk Open Source. Walaupun hanya sebatas modifikasi aplikasi yang ada, dengan mengganti nama aplikasi yang ada, sampai dengan mengubah strukturnya secara keseluruhan. Atapun membuat produk sendiri, dengan struktur sendiri juga. Tapi yang menimbulkan pertanyaan, bagaimana dengan kelangsungan dan kelanjutan dari karya produk Open Source tersebut…?.

Kelangsungan dan kelanjutan produk Open Source, mencakup :

Rilis versi dalam waktu berkala dan rutin.

Mungkin seseorang akan sangat bangga dengan karya yang berhasil dibuat, sukses lagi. Itu wajar saja. Tapi menjadikan jadwal rilis rutin tiap versi produknya, misalkan dengan janji rilis tiap tahun, sudah merupakan pemikiran yang ‘berat’ dan penuh tantangan. Jangan sampai dengan alasan ‘malas’, atau tidak ada dukungan, atau tidak bisa untuk bisnis, ataupun tidak bisa untuk hidup, jadi penghambat kreativitas yang ada.

Karena sekarang telah banyak pengembang – pengembang atau developer, yang bisa turut berbagi pengalaman. Dan telah banyak contoh yang sukses. Seperti : PCLinux3D, Toko.BaliWae.COM, SISFO-Kampus, SISFOKOL, SENAYAN, UBUNTU, Mandriva, RedHat, SUSE Novel, PCLinuxOS, Xandros, Caldera, dan lain sebagainya. . .

Layanan – layanan yang diberikan, bisa berupa :

  • Jasa Copy CD / Distribusi
  • Jasa Migrasi Data atau Server atau Software
  • Jasa Instalasi
  • Jasa Pembuatan Server
  • Jasa Pembuatan Buku Pedoman
  • Jasa Training / Pelatihan
  • Jasa Kastumisasi
  • Jasa Integrasi
  • Jasa Perawatan
  • Jasa Konsultasi 24 jam
  • Sertifikasi
  • Souvenir dan Merchandise
  • Jasa Upgrade
  • . . . dan sebagainya.

2 Comments

%d bloggers like this: