Open Source, Open Mind dan Open Concept

Keterbukaan dalam hal ’sumber’, ‘pikiran’, dan ‘konsep’, akan memberikan kejujuran, kebebasan dan kemandirian kita dalam belajar. Hal – hal tersebut sebenarnya dalam dunia pendidikan telah kita coba terapkan, hanya saja terkadang kesetiaan akan konsistensinya sangatlah 50% telah kita langgar. ‘Source’ adalah suatu pengetahuan dan ilmu, yang tentunya juga perlu kita ‘Open’, agar keikhlasan dan kemantapan kita dalam mengajar dan mendidik, bisa kita rasakan. Tanpa adanya keinginan seperti ini, suatu ilmu tidak akan tersalur dengan sempurna. Hal ini juga otomatis telah mencakup ‘Mind’, dalam berpikir. Karena pemikiran kita terhadap masa depan, menjadi lebih tenang dan penuh pemikiran yang positif. Tanpa harus ada rasa was – was maupun khawatir. Setelah tahu semua hal tersebut, maka kepedulian akan ‘Concept’, juga tetap kita pegang teguh. Karenanya mencakup segala hal yang menyangkut misi dan visi, manajemen sampai dengan hal – hal teknis lainnya.

Bentuk inilah yang perlu kita jalankan, tingkatkan dan kembangkan. Jika ingin ‘Open’ keterbukaan, maka ‘pelit’ ilmu harus kita berantas mulai saat ini. Jangan pernah ada kata lagi, monopoli terbatas ataupun ‘anti-sosial’ ataupun pembodohan dalam pembelajaran dan pendidikan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: