‘Membajak’ Tanpa Dosa, Mengurangi ‘Pembajakan’ dan ‘Pencurian’

Memang benar adanya, kata ‘membajak’ terasa kasar bila didengar. tapi dalam dunia Open Source, yang penuh dengan sharing pengetahuan dan ilmu, disini hukumnya adalah boleh, halal, diharuskan, dan dianjurkan. Bisa dikatakan, Open Source adalah lawan dari CopyRight. Sering juga dikatakan Open Source sebagai CopyLeft. Begitulah gambaran ekstremnya.

Karena terbuka dan bebas, maka setiap perangkat lunak Open Source juga bersifat legal. Dengan menggunakan Open Source, berarti kita tidak perlu lagi menjadi ‘pencuri’ ataupun ‘pembajak’ dengan cara menggunakan perangkat lunak berbayar ‘proprietary’ secara tidak sah. Dengan begitu, pengertian ‘membajak’ dalam dunia Open Source, akan luntur dengan sendirinya, dan akan berubah menjadi penyebaran ilmu pengetahuan yang ‘tanpa dosa’.

Dalam dunia Open Source, ‘penebusan dosa’ bisa dilakukan dengan cara turut berkontribusi dalam pengembangan produk – produk yang ada, melakukan pendokumentasian, sampai dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan yang berhubungan dengan ‘Open Mind’ dan ‘Open Concept’, serta bentuk – bentuk lainnya. Dengan ‘dosa’ yang semakin berkurang, dan bahkan akan hilang dengan sendirinya, maka citra rasa diri kita dalam menatap masa depan, semakin bersinar dan penuh harapan. Begitu juga dalam dunia pendidikan, yang sudah seharusnya menggunakan ilmu pengetahuan yang halal, benar, dan positif.

  1. #1 by Ade Malsasa Akbar on July 4, 2011 - 5:32 am

    Analogi ya, Pak? Namun saya sudah telanjur tidak suka dengan pembajakan itu. ;-D Saya senang dengan usaha keras Anda.

    Like

  2. #2 by hajirodeon on July 7, 2011 - 7:56 am

    amin.

    sukses juga untuk anda.

    Like

  3. #3 by Muhamad Yuda on September 13, 2011 - 8:38 am

    hidup sungguh membingungkan bekerja sebagai teknisi komputer = menjual barang curian, bagaimana tidak windows + sofware pendukung mayoritas merupakan sofware bajakan, mungkin karena hal ini uang yang didapatkan g kerasa. berapapun banyaknya rasanya g ada artinya dapatnya cepet, habisnya cepet pula. kalau g ngerjain apa yang akan kita dapatkan untuk hidup ??? sungguh membingungkan. sebagai manusia saya sadar dengan tindakan saya, hanya saja …………………………..

    Like

  4. #4 by hajirodeon on September 20, 2011 - 2:16 am

    begitulah dilema. . .

    terkadang, beberapa hal yang menyebabkan ‘dapat cepet, habis cepet’, itu akan berdampak pada sang bos alias pemilik usaha. sedangkan yang ikut serta bekerja, tidak terlihat dampak langsung.

    menurut saya, yang terpenting kita bisa lebih kendali diri. secara bertahap. nanti kita pasti dapat petunjuk yang baik, dan pekerjaan juga semakin berkah. tidak merasa jenuh ataupun merasa berdosa.

    dilema itu juga hampir sama seperti halnya, hasil kerja keras kita lalu dikorupsi orang lain. apalagi juga masalah, saat kita memberikan nafkah ‘haram’ untuk keluarga. apalagi untuk anak. . . walah. .. jadi gak karuan masa depannya. . . ;-D

    Like

  5. #5 by cakipin on February 10, 2012 - 12:54 am

    setuju dengan tulisan anda bang, kalo memang kita tidak mampe membeli copyright selayaknya kita gunakan opensource

    Like

  6. #6 by hajirodeon on February 11, 2012 - 2:22 am

    begitulah… ;-D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: