Orang Sukses Jarang Nonton TV

Ada yang mengatakan bahwa kalau kita ingin sukses janganlah terlalu sering nonton televisi. Kenapa bisa begitu?, bukankah TV adalah sumber segudang informasi yang dapat langsung kita dapatkan. Beragam acara mulai dari pengetahuan sampai hiburan, ada semua disini. Lengka sudah, kita tinggal duduk di depan TV, maka semua informasi bisa kita dapatkan.

Ini ada benarnya juga, sebab yang menentukan kita ingin sukses atau tidak hanyalah diri kita sendiri. TV hanyalah salah satu media diluar diri kita sendiri, selain percaya diri, yakin dan lain sebagainya. Mungkin aspek yang dipilih – pilih untuk mendapatkan informasi dari TV, mungkin hanya hiburan saja yang kita inginkan atau hanya berita – berita saja. Mungkin kita bisa disebut gaul pada bidang – bidang tertentu, tapi tidak dalam hal lain. Sebab untuk sukses tidaklah cukup hanya mengejar satu bidang saja.

Orang sukses harus mempunyai kemampuan – kemampuan yang ekstra, dimana dia bisa mengolah pola – pola dan langkah – langkah menuju cita – cita.

Mendapatkan informasi secara instan dari TV, menjadikan kita malas untuk berburu informasi. Disini kita hanya akan diacukan pada channel – channel TV saja. Kalau kita tidak suka, ya sudah ganti yang lain. Padahal untuk menuju kesuksesan, kita dipaksa untuk menyukai sesuatu yang tidak kita sukai lho.

Pola hidup rumahan. Ini terbukti dengan keterbatasan interaksi satu arah saja, antara TV dan seseorang. Sebab kita memang dipaksa oleh TV untuk menyimak, bukan untuk me-request yang kita inginkan kemudian diolah oleh TV.

Pola – pola merusak diri. Hal ini terlihat dengan maraknya acara – acara di TV, yang lebih mementingkan tren saja. Misalkan tayangan misteri, dan lain sebagainya. Bentuk pola tersebut adalah kita menjadi menyalahkan apa yang mereka tayangkan. Padahal TV hanyalah memberikan bentuk pilihan – pilihan yang beragam, suka atau tidak kita tinggal ganti channel saja.

TV cepat dalam hal berita, tidak juga. Masih banyak media lain yang dapat mempercepat informasi, misal internet dan mulut-ke-mulut.

Daripada – daripada, mendingan – mendingan. Menunggu informasi sampai tayang di TV terkadang membuat kita tidak sabar. Mending kita mencari dalam koran, majalah atau internet saja.

***Agus Muhajir. (Kendal, 30 April 2006).

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: